Studi Politik Modern di Indonesia
Sebuah kajian sejarah tentang munculnya era politik modern di Indonesia. Ini adalah era dimana politik mulai dicirikan dengan cara-cara Barat.
Jika politik diartikan sebagai kekuasaan, maka studi politik di Indonesia bisa meliputi rentang waktu yang panjang. Para peneliti menggunakan istilah "modern" untuk menandai salah satu periodenya. Dalam periode ini, politik dicirikan dengan digunakannya cara-cara Barat.
Berdasarkan waktu kemunculannya, politik modern di Indonesia dimulai pada awal abad ke-20. Ini terjadi ketika wilayah kepulauan ini --yang mulai diperkenalkan sebagai wilayah nusantara-- berada di bawah kekuasaan kolonial Hindia Belanda.
Seorang peneliti dari Jepang, Takashi Shiraishi (1997: 35-36) menandai kemunculan politik modern itu sebagai Zaman Modern. Ini adalah zaman dimana istilah-istilah yang berarti kemajuan mulai banyak digunakan. Istilah seperti vooruitgang atau opheffing yang berarti kemajuan, ontwikkeling yang berarti perkembangan, atau semboyan-semboyan seperti bervoedering van welvaart yang berarti memajukan kesejahteraan, mulai banyak digunakan di masa itu.
Raden Ajeng Kartini, menurut Shiraishi, bahkan memulai surat pertamanya --yang ia kirim kepada sahabat penanya di Belanda-- dengan kalimat: "Saya begitu ingin berhubungan dengan seorang gadis modern".
Tentu, bukan hanya karena istilah yang menjadikan masa itu secara politik disebut modern. Ada hal yang lebih besar, yaitu mulai diberlakukannya etische politiek atau politik etis.
Ya, politik etis. Ini adalah kebijakan negeri Belanda terhadap wilayah koloninya. Ini adalah kebijakan "balas budi" negeri penjajah setelah hampir 300 tahun melakukan eksploitasi terhadap wilayah jajahannya.
