Politik Islam Indonesia dan Kepemimpinan Berbasis Pancasila
Ada suatu masa, dimana perpolitikan di Indonesia sangat terpolarisasi. Atmosfir politik terbelah ke dalam dua kubu. Meskipun kita tidak setuju polarisasi di Indonesia, tapi ini adalah realitas yang tidak bisa dipungkiri.
Ada suatu masa, dimana perpolitikan di Indonesia sangat terpolarisasi. Atmosfir politik terbelah ke dalam dua kubu. Meskipun kita tidak setuju polarisasi di Indonesia, tapi ini adalah realitas yang tidak bisa dipungkiri.
Kondisi tersebut patut kita analisis: kira-kira mengapa problem politik di identitas di indonesia saat ini begitu kuat?
Boleh saja kita memaknai bahwa kondisi Indonesia mengarah kepada munculnya gerakan yang mengusung nilai-nilai Islam yang kemudian coba diejawantahkan , yang tentunya didukung dengan prinsip-prinsip kepemimpinan dalam Islam.
Gerakan Politik Islam
Pergerakan pemikiran politik Islam di Indonesia merupakan respon dari konstelasi poliitik yang ada, pada saat pemikiran dan gerakan itu lahir.
Yang menarik, gerakan politik Islam di Indonesia pasca reformasi 1998 cenderung partisan, dan gerakannya tidak saja menyentuh elit, tapi juga menyentuh langsung ke masyarakat bawah. Ini jelas berbeda dengan gerakan politik Islam di Indonesia sebelum reformasi dimana gerakan politiknya lebih ke gerakan politik Islam yang intelektual.
Mari kita urai peta politik Islam di Indonesia dari masa ke masa, lalu kita kaitkan juga bagimana konsep pemikiran kepemimpinan Islam konteks saat ini:
