Bisnis, Politik dan Kisah Para Pemburu Rente
Pada tahun 1967, Gordon Tullock menulis artikel tentang penggunaan sumber daya untuk keuntungan ekonomi, yang berasal dari aktivitas yang memiliki nilai sosial negatif. Ia menyebutnya sebagai rent-seeking: perburuan rente!
Pada tahun 1967, sebuah artikel berjudul "The Welfare Costs of Tariffs, Monopolies, and Theft" menarik perhatian para akademisi. Artikel ini ditulis oleh Gordon Tullock, dan menjadi salah satu dasar penting bagi penelitian dan kajian dalam studi ekonomi-politik. Melalui artikel ini, Tullock memperkenalkan apa yang disebut sebagai rent-seeking: perburuan rente!
Secara teoritis, Tullock mendefinisikan rent-seeking sebagai penggunaan sumber daya untuk memperoleh rente (keuntungan ekonomi). Persoalannya, rente tersebut berasal dari aktivitas yang memiliki nilai sosial negatif.
Rent-seeking berbeda dengan profit-seeking (mencari laba).
Profit-seeking menciptakan kekayaan baru melalui inovasi dan transaksi yang saling menguntungkan. Sementara rent-seeking menekankan pada usaha untuk mendapatkan perlakuan istimewa dari pemerintah, yang mendorong perilaku yang justru merugikan konsumen dan melindungi kepentingan kelompok tertentu.
Konsep rent-seeking ini muncul karena adanya monopoli. Saat itu, para ekonom hanya berfokus pada kerugian kesejahteraan akibat monopoli. Dalam artikelnya, Tullock kemudian menunjukkan bahwa ada biaya yang jauh lebih besar yang lepas dari pengamatan para peneliti. Biaya itu adalah biaya sumber daya yang dikeluarkan oleh perusahaan atau individu untuk mendapatkan monopoli itu sendiri. Itulah perburuan rente!
Kajian tentang rent-seeking, kemudian dikembangkan oleh Anne O. Krueger. Melalui artikel berjudul "The Political Economy of the Rent-Seeking Society
